Bukan Sekadar Dongeng! Inilah Alasan Mengapa Film The Lorax Sangat Relevan dengan Krisis Iklim Saat Ini

Kali ini saya akan review filem movie terbaik Mengapa film The Lorax relevan saat ini? Analisis Pesan Dr. Seuss untuk kita nikmati dikala sedang santai. Dan inilah review singkat nya. Simak baik-baik agar kamu tidak kelewatan.
review-film-the-lorax-seo
Review Film The Lorax: Sindiran Keras di Balik Animasi Warna-Warni
Banyak yang mengira film animasi hanyalah hiburan ringan untuk anak-anak. Namun, jika Anda menonton kembali The Lorax (2012), Anda akan menemukan pesan yang sangat gelap dan relevan dengan kondisi bumi saat ini. Film yang diangkat dari buku karya Dr. Seuss ini bukan sekadar dongeng, melainkan sebuah peringatan keras tentang keserakahan manusia.

Kota Thneedville: Modernitas yang Semu
Bayangkan sebuah kota yang terlihat sempurna: bersih, rapi, dan penuh warna. Itulah Thneedville. Namun, ada satu keganjilan besar: tidak ada pohon asli di sana.
Di Thneedville, semua yang hijau adalah plastik. Rumputnya palsu, daunnya buatan, bahkan warga di sana harus membeli udara bersih dalam kemasan untuk bernapas. Tokoh utamanya, Ted, awalnya hanya ingin mencari pohon asli demi memikat gadis pujaannya. Namun, perjalanan ini membawanya bertemu dengan The Once-ler, pria misterius yang memegang kunci rahasia kehancuran alam.

Tragedi The Once-ler: Ketika Ekonomi Mengalahkan Ekologi
Dulu, dunia tersebut adalah hutan Truffula yang indah, penuh warna, dan menjadi rumah bagi berbagai hewan. Semua berubah ketika The Once-ler datang. Menariknya, film ini tidak menggambarkan Once-ler sebagai penjahat sejak awal.

Awalnya Hanya Ingin Sukses: Dia adalah pengusaha ambisius yang menciptakan “Thneed”, produk serbaguna dari pohon Truffula.

Eskalasi Keserakahan: Dari satu pohon yang ditebang, menjadi puluhan, hingga ribuan.
Alasan Klasik: Atas nama ekonomi, lapangan kerja, dan kemajuan, ia mengabaikan keseimbangan alam.
Di sinilah muncul The Lorax, makhluk oranye kecil yang “berbicara mewakili pepohonan”. Lorax tidak menggunakan kekerasan; ia hanya memberikan peringatan bahwa jika alam runtuh, manusia jugalah yang akan merugi. Sayangnya, peringatan itu kalah oleh suara mesin pabrik.

Pesan “UNLESS”: Harapan di Tengah Kehancuran
Bagian paling menyentuh dari film ini adalah saat alam benar-benar habis. Hewan-hewan pergi, air tercemar, dan yang tersisa hanyalah penyesalan. The Once-ler menyadari kesalahannya saat semuanya sudah terlambat.

Namun, ia meninggalkan satu pesan kuat: “UNLESS” (Kecuali).
“Unless someone like you cares a whole awful lot, nothing is going to get better. It’s not.”
Artinya, tidak akan ada perubahan kecuali ada seseorang yang benar-benar peduli. Pesan ini mengubah The Lorax dari sekadar film anak-anak menjadi sebuah manifestasi kritik sosial.

Relevansi The Lorax dengan Dunia Nyata
Mengapa film tahun 2012 ini terasa makin nyata di tahun 2026?
Krisis Iklim: Polusi udara sudah menjadi makanan sehari-hari di kota besar.
Deforestasi: Hutan terus ditebang demi industri, seringkali dengan dalih “demi hari esok”.
Komersialisasi Kebutuhan Dasar: Ide tentang “membeli udara” yang dulu dianggap konyol, kini terasa sebagai ancaman masa depan yang mungkin terjadi jika kualitas udara terus memburuk.

The Lorax mengajarkan kita bahwa kehancuran dunia bukan selalu karena kejahatan besar yang terencana, tapi karena keserakahan kecil yang dibiarkan tumbuh terus-menerus.

Kesimpulan
Film ini adalah pengingat bahwa kita tidak perlu menjadi “pahlawan super” untuk menyelamatkan lingkungan. Kita hanya perlu menjadi orang yang peduli. Sebelum kita benar-benar hidup di dunia tanpa pohon, mulailah menjaga apa yang masih tersisa sekarang.

Apakah Anda sudah menonton The Lorax? Bagaimana pendapat Anda tentang pesan “Unless” di dalamnya?

Keyword Terkait:

Mengapa film The Lorax relevan saat ini?, Pesan tersirat film The Lorax tentang pemanasan global, Film animasi tentang lingkungan hidup, Dunia tanpa pohon di film The Lorax.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *